Tantangan Pengiriman pada Bisnis Retail

Kargo
Homeicon-breadcrumbBlogicon-breadcrumb
tantangan pengiriman yang dihadapi bisnis retail

Pengiriman barang merupakan bagian penting dari bisnis, apapun itu sektor bisnisnya, tidak terkecuali bisnis retail. 

Industri retail merupakan salah satu penopang ekonomi Indonesia. Baik itu supermarket, toko baju, hingga pusat distribusi barang olahraga, semuanya berkontribusi. 

Meskipun demikian, tidak satu pun dari pencapaian dan kontribusi penting ini yang mungkin terjadi tanpa logistik ritel.

Pada industri retail, ketersediaan barang tepat waktu merupakan salah satu faktor penunjang kepuasan pelanggan, sehingga proses distribusi barang harus dilakukan dengan efisien dan efektif. Terlebih pada proses pengiriman mid mile maupun last mile.

Fokus utama pada logistik ritel adalah kemampuan untuk mengirimkan produk secara efisien dari supplier ke gudang adalah salah satu kunci kesuksesan yang paling penting. 

Namun, logistik dalam bisnis ritel juga memiliki banyak tantangan yang cukup besar - terutama saat ini ketika permintaan dan harga layanan pengiriman berada pada titik tertinggi.

Beberapa limitasi lainnya dalam logistik ritel adalah melacak lokasi, suhu, kelembaban, dan faktor pengiriman terkait makanan lainnya secara real-time saat transit dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan pada industri retail.

Sebelum menggali lebih lanjut tentang pengiriman barang ritel, apa yang sebenarnya dimaksud dengan bisnis ritel?

Apa Itu Bisnis Ritel?

Dikutip melalui Sendpulse, bisnis ritel adalah kegiatan penjualan barang atau jasa dari bisnis ke konsumen untuk digunakan sendiri. 

Apakah retail berbeda dengan grosir?

Tentu berbeda, bisnis ritel menangani penjualan barang dalam jumlah kecil, sedangkan grosir berurusan dengan pembelian barang dalam skala besar.

Keduanya juga dapat dibedakan berdasarkan alurnya.

Pada bisnis retail, para pelaku bisnis yang menjalankan kegiatan usaha biasanya disebut pengecer. Di mana, pada umumnya para pengecer akan membeli barang kepada produsen atau supplier dalam jumlah besar, untuk mendapat harga yang lebih murah. 

Setelah itu, nantinya para pengecer akan memproses barang dengan cara menjualnya kembali ke konsumen akhir dalam jumlah yang lebih kecil atau sedikit.

Karakteristik Bisnis Ritel

Sama seperti bentuk usaha lainnya, usaha retail juga memiliki karakteristiknya tersendiri. Memahami dengan baik karakteristik bisnis retail akan membantu pebisnis untuk menemukan strategi pengelolaan bisnis yang terbaik. Secara umum, bisnis retail memiliki dua karakteristik, yaitu:

Penjualan Satuan

Sistem penjualan bisnis retail adalah jumlah unit. Artinya, metode promosi produk merupakan aspek penting yang perlu diketahui. 

Kenapa?

Sederhananya karena promosi yang tepat akan menarik pelanggan untuk melakukan pembelian.

Kunci penting dalam promosi produk atau jasa retail adalah kemampuan menggambarkan keunggulan, keunggulan, dan fitur dari produk atau jasa tersebut. 

Hal berikutnya adalah ketersediaan barang. Karena bisnis retail menjual barang secara eceran, maka toko harus memiliki jumlah stok yang tepat. Sederhananya, barang harus tersedia kapanpun konsumen membutuhkannya.

Bersinggungan dengan Pelanggan

Sebagai unit terakhir dalam rantai produk, bisnis ritel akan berhadapan langsung dengan pelanggan. Artinya, bisnis perlu memiliki sistem dan cara transaksi yang mudah, praktis, dan cepat.

Tak hanya itu, penting untuk memahami dengan baik persaingan harga di pasar. Jadi, Anda bisa memberikan penawaran harga yang paling sesuai untuk pelanggan sekaligus tetap mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Hal lain yang perlu dipahami bagi pemilik bisnis retail adalah strategi bisnis untuk mendapatkan pelanggan. Tidak sedikit pemilik bisnis yang menawarkan layanan ekstra untuk menarik pelanggan, seperti layanan berbelanja online atau berkonsultasi sebelum berbelanja.

Jenis Bisnis Ritel

Perlu diketahui bahwa salah satu ciri berbisnis di bidang ritel adalah memberikan pelayanan kepada konsumen dalam jumlah besar dan melibatkan banyak jenis produk. 

Berdasarkan hal tersebut, bisnis retail terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Toko Serba Ada (Convenience Store)

Convenience store atau department store atau toko serba ada menawarkan banyak jenis produk yang biasanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari. 

Jenis produk yang tersedia antara lain makanan kaleng atau instan, minuman, perlengkapan mandi, peralatan dapur, makanan ringan, dan masih banyak lagi. 

Anda bisa menemukan berbagai jenis dari convenience store seperti minimarket, supermarket, hingga department store.

Toko yang Hanya Menawarkan Satu Jenis Barang atau Jasa

Bentuk lain dari bisnis retail adalah toko yang khusus menawarkan satu jenis produk atau jasa. Jenis usaha ini umumnya memiliki berbagai kategori namun tetap satu fokus. 

Contohnya termasuk toko perhiasan, toko mainan, toko obat, restoran, dan bengkel mobil.

Bisnis Ritel Online

Perkembangan teknologi yang pesat dan masif memberikan perubahan baru dalam berbagai aspek, termasuk bisnis retail. 

Bisnis jenis ini tidak harus memiliki toko, karena dapat dijalankan dengan memanfaatkan internet dan platform yang tersedia, seperti media sosial, email, hingga website.

Tantangan Pengiriman Bisnis Retail

Mengirimkan dan memantau produk retail, khususnya makanan segar untuk mencegah pembusukan tidak mungkin dilakukan tanpa visibilitas real time, salah satu tantangan utama yang dihadapi rantai pasokan bahan makanan. Tantangan lainnya termasuk:

Pengiriman tidak dapat diprediksi

Mulai dari jalan satu arah, penutupan jalan mendadak, kemacetan lalu lintas, dan bencana alam menimbulkan tantangan logistik, baik itu pada pengiriman mid mile atau pun last mile. 

Selain itu, karena visibilitas pengiriman yang real-time diperlukan dengan ETA yang tepat, banyak dari retailer lokal yang tidak dapat melacak status pengiriman mereka. 

Apalagi jika menggunakan jasa pengiriman barang yang tidak menyediakan sistem tracking selama pengiriman.

Ketidakmampuan pelaku bisnis retail dalam memenuhi timeline yang mereka rencanakan, bisa menyebabkan kerugian dalam banyak hal.

Adanya proses penundaan yang tidak perlu

Dalam proses pengiriman barang mid mile dan last mile, alamat yang salah, dan daerah terpencil adalah masalah utama yang berhubungan dengan pengiriman yang menyebabkan penundaan tidak perlu, sehingga memaksa toko retail untuk melakukan upaya pengiriman berulang. 

Demikian pula, penundaan terkait retailer juga dapat terjadi karena pembuatan rute yang tidak efisien dan optimal, penghentian yang berkepanjangan dan tidak terjadwal, serta ketergantungan yang besar pada proses pengiriman secara manual.

Biaya pengiriman yang tidak sedikit

Saat ini, kecepatan menjadi salah satu indikator teratas yang dicari konsumen ketika mereka membeli suatu produk. 

Hal ini yang kemudian membuat para pelaku bisnis retail UMKM mencari cara agar pengiriman bisa cepat dilakukan, salah satunya dengan cara menyewa truk pengiriman dengan harga yang tinggi atau pun menggunakan jasa pengiriman ekspedisi dengan biaya yang tinggi.

Sebab, biasanya jasa ekspedisi menawarkan harga yang berbeda jika pengiriman harus dilakukan secara cepat. 

Solusi Pengiriman Bisnis Retail

ABC Express membantu Anda para pelaku bisnis retail menghadapi tantangan dalam pengiriman lewat Kargo Mid Mile:

1. Menawarkan layanan pengiriman dengan FTL (Full Truck Load) atau menggunakan satu truk eksklusif hanya untuk pengiriman bisnis Anda, sehingga bisa lebih cepat sampai.

2. Tersedianya banyak pilihan kendaraan dari unit kecil hingga besar, sesuai dengan kebutuhan bisnis retail.

3. Proses tracking yang sifatnya real-time saat pengiriman barang.

4. Perlindungan asuransi pengiriman.

Lengkapnya solusi pengiriman Mid Mile di atas bisa membuat pengiriman bisnis retail Anda jadi lebih efisien dan mudah. 

Untuk pengiriman last mile ada juga solusi terbaik yang ditawarkan seperti adanya layanan cash collection, routing management system, dan lainnya. Penasaran dengan semua layanan tersebut? Segera konsultasikan dan serahkan pengiriman Anda disiini!