Pentingnya Asuransi Pengiriman Barang Berat (Kargo)

Kargo
Homeicon-breadcrumbBlogicon-breadcrumb
asuransi pengiriman barang

Pengiriman kargo yang aman dan tepat waktu merupakan ultimate goal bagi semua pihak yang terlibat dalam industri pengiriman. Tidak terkecuali pengiriman dengan tujuan akhir antar kota di Indonesia atau di belahan dunia lain. 

Mengangkut kargo ke luar kota, pulau, hingga ke luar negeri bukan berarti tanpa risiko tertentu. Peristiwa tak terduga selama transit dapat muncul meskipun telah dilakukan upaya perencanaan terbaik.

Terlebih jika Anda pernah mengirimkan cargo sebelumnya, Anda tentu menyadari betapa banyak potensi error yang mungkin terjadi saat barang dalam perjalanan. Di situlah asuransi kargo berperan.

Kejadian seperti tabrakan di jalan, pencurian kargo di gudang, atau bahkan bencana alam dapat menyebabkan hal yang tak diinginkan sehingga perlu mengajukan klaim asuransi. Inilah sebabnya, jika Anda ingin melindungi dari kehilangan barang atau kerusakan kiriman, sebaiknya gunakan asuransi.

Secara umum, asuransi tersedia untuk melindungi Anda dari risiko. 

Ada banyak jenis asuransi untuk kargo, dan Anda mungkin bngung menentukan asuransi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kiriman Anda, atau bahkan masih bertanya-tanya jika asuransi diperlukan dalam proses pengiriman Anda.

Pada artikel ini, kami akan membahas dasar-dasar jenis asuransi kargo, memberi Anda gambaran umum tentang apa yang dicakup dan apa yang tidak dicakup, serta menyoroti alasan mengapa mengasuransikan barang Anda sangat penting saat mengirimkannya.

Apa itu Asuransi Pengiriman Kargo?

Sama seperti asuransi pemilik rumah, mobil, atau jiwa, asuransi kargo adalah bentuk perlindungan yang mengurangi risiko kehilangan, kerusakan, atau pencurian dari pengiriman internasional atau domestik, sehingga barang Anda dikirim dengan aman. 

Secara umum, tanpa asuransi tambahan, barang kiriman Anda sudah diasuransikan oleh jasa pengiriman namun dengan limit yang telah ditentukan. Artinya, ketika liabilitas jasa pengiriman telah admitted, jumlah ganti rugi bisa lebih rendah dari nilai barang yang rusak atau hilang.

Karena alasan ini, banyak perusahaan yang menggunakan jasa pengiriman barang mengambil proteksi tambahan untuk menjamin keamanan (setidaknya secara finansial) barang mereka. Jenis dan harga asuransi transportasi akan tergantung pada moda transportasi.

Apa manfaat dari asuransi pengiriman kargo?

Asuransi kargo mengurangi kerugian finansial terlepas dari apakah barang Anda rusak atau tidak. Beberapa manfaat umum meliputi:

  • All risk coverage – Asuransi kargo melindungi dari kerugian atau kerusakan signifikan yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti pencurian, kutu, atau kerusakan akibat penanganan yang tidak tepat.
  • General coverage – Ini adalah polis asuransi standar untuk pengiriman laut yang mencakup kerugian sebagian bagi pemegang polis.
  • Warehouse-to-warehouse coverage – Sesuai dengan istilahnya, ini melindungi terhadap kehilangan atau kerusakan yang disebabkan saat kargo Anda diangkut ke dan dari gudang.
  • Peace-of-mind – Mengamankan barang kirimkan akan memberi Anda rasa damai, yang berarti Anda dapat duduk dan bersantai mengetahui kargo Anda aman.

Mengapa asuransi pengiriman kargo penting?

Bayangkan ini: 

Anda baru saja mengirimkan barang penting dengan jumlah yang fantastis, TETAPI Anda belum mengasuransikannya. 

Telepon berdering dan Anda diberi tahu bahwa telah terjadi kecelakaan. Sedihnya, kargo Anda sekarang, seperti yang mereka katakan, mengambang bersama ikan. 

Haruskah Anda mengambil asuransi kargo? Jawabannya iya!

Proses pengiriman memiliki banyak risiko saat melewati banyak pelabuhan dalam perjalanan. Semakin lama Anda membiarkannya tidak terlindungi, semakin besar risikonya. Ada faktor luar yang perlu dipertimbangkan seperti kondisi cuaca, pencurian dan kehilangan peti kemas.

Jika Anda mencoba untuk menghindari ganti rugi dari kocek Anda untuk kerusakan tersebut, asuransi mungkin merupakan pilihan terbaik Anda meskipun tidak selalu diperlukan. Lebih baik aman daripada menyesal!

Cakupan Asuransi dari Perusahaan Pengiriman Kargo

Dilansir dari bisniskurir.com,jasa pengiriman memang bertanggung jawab atas keselamatan barang kiriman yang telah dipercayakan. Namun tanggung jawab tersebut bersifat terbatas. 

Pada dasarnya biaya yang dikeluarkan oleh customer hanya sebatas ongkos kirim atau yang bisa didefinisikan sebagai biaya antar untuk transportasi dan operasional. 

Pada kasus lainnya, ada beberapa jasa pengiriman yang tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang kiriman sama sekali.

Jika terjadi kehilangan, kerusakan ataupun kekurangan atas barang yang dititipkan, biasanya jasa pengiriman hanya bisa menanggung ganti rugi maksimum sebesar 10 % saja dari biaya pengiriman. Jadi perusahaan tak akan menggantikan nilai barang tersebut seutuhnya. 

Jenis Barang yang Perlu Diasuransikan

Idealnya, semua barang kiriman perlu dilindungi oleh asuransi. Namun hal ini tentu saja tak bisa dipaksakan kecuali untuk barang-barang tertentu. 

Seringkali customer keberatan untuk mengeluarkan tambahan biaya untuk asuransi padahal sebenarnya biaya yang dikeluarkan relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi kerugian yang bisa saja terjadi selama proses pengiriman.

Ketentuan barang yang wajib diasuransikan adalah;

–          Nilai/harga barang lebih besar dibandingkan dengan 10 kali biaya pengiriman

–          Barang yang berharga di atas Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah)

–          Dokumen resmi dan barang berharga seperti KTP, SIM, BPKB, Paspor, Ijazah, dan Sertifikat

Selain itu, untuk pengiriman barang elektronik seperti HP, kamera, atau televisi yang rawan rusak, biasanya jasa pengiriman akan menyarankan untuk menggunakan asuransi. Begitu pula dengan barang pecah belah.

Jika Anda memiliki bisnis, asuransi pengiriman merupakan hal yang krusial agar jika terjadi kerusakan, pelanggan tidak akan kecewa..

Tipe Asuransi Pengiriman Barang

Pada pengiriman kargo, terdapat berbagai jalur pengiriman seperti lewat jalur udara, darat, hingga laut. Tiap jalur pengiriman memiliki asuransi yang berbeda pula.

Dengan demikian, terdapat beberapa pilihan jenis asuransi yang bisa dipilih sesuai dengan jenis pengirimannya. Berikut ini ketentuan kerusakan yang bisa di klaim oleh pihak asuransi.

1. ICC-C atau Klausa C

Penggantian kerusakan atas barang yang dikirimkan hanya mendapat sebagian atau keseluruhan (total loss) dengan jangkauan jenis kerusakan yang terbatas. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah mulai dari besarnya premi, syarat klaim, hingga nantinya merujuk kepada proses klaim dari asuransinya itu sendiri. Penjaminan pada asuransi ini pada saat pengiriman adalah seperti berikut ini:

– Ledakan atau kebakaran.

– Kapal kandas, tenggelam, atau terbalik.

– Alat angkut bertabrakan dengan objek lain di luar air.

– Pembongkaran barang di pelabuhan.

– Kondisi penyelamatan umum di mana kargo harus dibuang ke air untuk menyelamatkan kapal.

– Apabila adanya pengangkutan di darat, maka sebelum dan sesudah barang dibongkar muat untuk masuk ke kapal.

2. ICC-B atau Klausa B

Mirip dengan Klausa C di dalam asuransinya, namun pada jenis ICC-B, terdapat beberapa tambahan lainnya yang dilindungi oleh jenis asuransi pengiriman barang tipe ini. 

Beberapa tambahan perlindungan yang terdapat di dalam jenis asuransi pada tipe ICC-B ini adalah sebagai berikut:

– Gempa bumi, petir, letusan gunung berapi.

– Masuknya air ke dalam peti kemas dan kapal karena bahaya laut.

– Koil barang hilang saat bongkar muat.

3. ICC-A atau Klausa A

Pada jenis asuransi barang tipe Klausa A ini, seluruh barang yang dikirimkan tersebut akan dijamin.

Klausa A memberikan jaminan semua resiko terhadap barang yang akan dikirimkan lewat darat, laut, maupun udara. Selain itu, lingkup jaminannya pun lebih luas dibandingkan dengan Klausa B maupun Klausa C.

Dengan mengetahui jenis-jenis asuransi pengiriman barang, tentunya Anda bisa memilih jenis asuransi yang paling sesuai untuk proses pengiriman Anda. 

Dengan adanya jaminan asuransi dapat membuat Anda maupun pihak klien akan tenang terhadap barang yang akan dikirimkan tersebut.

Kesimpulan

Meskipun asuransi kargo bersifat tidak wajib, namun kami sangat menyarankan pengguaannya. Jangan melihat asuransi transportasi sebagai biaya tambahan, tetapi sebagai bagian penting dari strategi pengiriman Anda.

Jika volume pengiriman Anda tidak banyak, Anda dapat meminta perusahaan transportasi tempat Anda bekerja untuk mengasuransikan barang atas nama Anda. Sekali lagi, Anda perlu menunjukkan jumlah dan membayar biaya asuransi ini. 

Jika Anda memiliki kiriman dalam jumlah besar, perusahaan asuransi dapat menawarkan asuransi pengangkutan yang sesuai untuk bisnis Anda.

Untuk informasi lebih lanjut tentang jenis pertanggungan ini dan untuk mengetahui kerusakan apa yang ditanggung oleh asuransi pengangkutan, silakan hubungi konsultan kami sekarang! 

Konsultan kami akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Anda.

Baca Post Lainnya

Dapatkan cara lengkap mengembangkan bisnis ke berbagai wilayah di Indonesia